BERBAGI

Sabar dalam ISLAM.

Artikel motivasi.
Orang selalu menafsirkan bahwa sabar itu menerima segala sesuatu dengan rela atau pasrah tanpa banyak soal dan pertikaian.
Tapi, hakikatnya.. sabar itu lebih dari itu semua..

Islam mengajarkan bahwa sabar itu ada pada tiga perkara.

Pertama, sabar dalam ketaatan
Atinya seorang mukmin harus sabar menjalankan perintah Allah SWT meskipun perintah itu berat dan dibenci oleh nafsunya.
Seorang mukmin harus tetap taat pada hal-hal yang telah diwajibkan baginya meskipun banyak hal yang SANGAT SUKAR BAGI KEMAMPUAN DIRINYA mulai dari rasa malas dan faktor emosi lain sampai pada cemoohan orang, kebencian musuh,.

Dan ALLAH memberikan pedoman.

”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah : 153)”

Kedua, sabar dalam meninggalkan larangan.
Adakalanya orang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, tetapi dia tidak sabar dalam meninggalkan larangan.
Solat dijalankan tetapi maksiat tidak lagi ditinggalkan. Puasa dilakukan tetapi mengumpat tetap jalan.
Jadi,Kesabaran juga harus dalam meninggalkan kemaksiatan dan larangan-larangan Allah SWT.
Orang yang mampu meninggalkan kemaksiatan, khususnya kemaksiatan emosional, seperti marah, disebut oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang kuat, secara hakiki.
Sebab dia telah mampu bersabar atas apa yang dilarang Allah

“Orang yang kuat bukanlah orang yang boleh mengalahkan lawannya, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah” (Muttafaq ‘alaih)

Ketiga, sabar dalam musibah.
Inilah makna sabar yang banyak difahami.
Yaitu saat seseorang mendapat kesusahan lalu dia pasrah dan ridha.
Banyk orang juga salah faham akan ini.. sebab dia tak berusaha menghilangkan kesulitan itu atau mencari solusinya.
Padahal, sabar dalam Islam bersifat proaktif dan progresif ,dia tidak statik tetapi dia mendahuluinya dengan ikhtiar maksimum untuk sentiasa mencari solusi pada masalah yang dihadapi.

Saat semua upaya telah dilakukan, saat ikhtiar mencapai batas maksimum, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal.
Dia akan menyerahkan segala-galanya kepada Allah untuk menentukan.. sebab TADBIR TAKKAN MAMPU MENGATASI TAKDIR. Pada saat dia sabar dan tawakkal itu, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya..

Inilah yang dikatakan ujian adalah sebagai
kifarah dosa.
“Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah-gulana, maupun duri yang mengenainya (adalah ujian baginya). Dengan ujian itu, Allah mengampuni dosa-dosanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Sabar tidak berarti diam,dan menerima apa adanya.
Tapi sabar kita adalah dengan berusaha sebaik-baiknya.

Sumber: http://foods-for-soul.blogspot.com/2010/07/kak-sabar-itu-apa.html

comments